Salah satu
perusahaan yang pernah berbuat salah yaitu Pepsico atau yang biasa dikenal
dengan Pepsi. Misi PepsiCo adalah menjadi perusahaan produk
konsumen terkemuka di dunia dengan fokus pada makanan dan minuman sehari-hari. PepsiCo berkeyakinan
bahwa perdagangan internasional memperkuat stabilitas dan perdamaian dengan
mendorong pertumbuhan ekonomi, peluang dan pehamanan bersama. Sebagai perusahaan
global, mereka memiliki tanggung jawab untuk bertindak sesuai dengan
kepentingan yang sah dari negara-negara tempat mereka berbisnis.
Perusahaan
akan mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku pada negara-negara tempat
mereka berada. Tujuannya adalah menjadi warga perusahaan yang baik di mana pun
mereka beroperasi. Namun siapa
sangka bahwa Pepsi juga pernah mengalami kesalahan dan gagal. Semuanya berawal
di tahun 1992 ketika Pepsi tengah bersaing ketat dengan Coca Cola.
Kesalahan
yang dilakukan Pepsi
1. Pepsi
berpegang pada prinsip bahwa konsumen menginginkan rasa soda yang jernih.
Akhirnya Pepsi mengeluarkan varian baru yang diberi nama “Crystal Pepsi”. Namun
sayangnya produk ini tidak laku.
2. Pada tahun
1994, Pepsi kembali mengeluarkan produk yang sama, namun dengan sedikit pembenahan
di sana sini. Produk baru ini kemudian dihadirkan dengan nama “Crystal”.
Sayangnya produk ini kembali gagal di pasaran.
Lalu,
perusahaan berusaha memperbaiki kesalahannya dengan cara:
1. Diketahui
bahwa ‘kemasan’ adalah keyfactor yang selama ini hilang dari Pepsi. Apa
yang membuat Coca Cola lebih unggul salah satunya adalah dari sisi pemilihan
warna. Cola memiliki ciri khas berwarna kecoklatan, yang mana cocok jika
dikombinasikan dengan warna merah, sedangkan pepsi tidak. Kemudian pepsi
mengubah warna produknya menjadi merah dan biru sampai saat ini.
Dampak dan
tindakan perbaikan untuk perusahaan dan masyarakat:
1. Perusahaan
dapat Menghindari
praktik yang tidak adil atau menipu dan selalu menyajikan berbagai layanan dan
produk kita dengan cara yang jujur dan berterus terang.
2. Memperlakukan
semua pelanggan dan pemasok dengan jujur, adil, dan objektif.
3. Memilih
pemasok berdasarkan kepantasan, dan menjelaskan pada semua pemasok bahwa kita
mengharapkan mereka bersaing dengan adil dan penuh semangat untuk bisnis
mereka.
4. Bersaing
penuh semangat dan dengan integritas.
5. Tidak
sekali-kali berkomentar atas produk pesaing tanpa dasar yang baik untuk
pernyataan tersebut.
6. Mematuhi
semua hukum persaingan, termasuk yang melarang perjanjian atau kesepakatan
dengan pesaing untuk menetapkan harga atau ketentuan penjualan lainnya,
mengatur lelang atau membagi wilayah penjualan, pelanggan atau jenis produk.
Jenis-jenis kesepakatan dengan pesaing tersebut umumnya ilegal di Amerika
Serikat dan di banyak negara tempat kita
Sumber:

0 komentar:
Posting Komentar