Pengertian Etika Berdasarkan Bahasa
Menurut bahasa Yunani
Kuno, etika berasal dari kata ethikos yang berarti “timbul dari kebiasaan”.
Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang
menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan
penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika
terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika
normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan(studi penggunaan nilai-nilai
etika).
Etika bisnis memiliki
padanan kata yang bervariasi, yaitu (Bertens, 2000):
1. Bahasa
Belanda bedrijfsethiek (etika perusahaan).
2. Bahasa
Jerman Unternehmensethik (etika usaha).
3. Bahasa
Inggris corporate ethics (etika korporasi).
A. Konsep
Etika dalam Pemasaran
3
konsep etika dalam pemasaran menurut John R. Boatright adalah :
1.
Fairness
(Justice)Fairness menjadi pusat perhatian karena menjadi kebutuhan yang paling
dasar daritransaksi pasar. Setiap pertukaran atau transaksi dianggap fair atau
adil ketika satusama lain memberikan keuntungan (mutually beneficial) dan
memberikaninformasi yang memadai. Namun, pemberian informasi dalam
transaksi ini masih diragukan. Hal inidisebabkan karena penjual tidak memiliki
kewajiban untuk menyediakan semua informasi yang relevan kepada
pembeli/pelanggan, dan pembeli memiliki suatukewajiban untuk diinformasikan
mengenai apa yang dibelinya.Pertanyaan mengenai siapa yang memiliki kewajiban
menyangkut informasi initerbagi menjadi 2 doktrin tradisional dalam pemasaran,
yaitu caveat emptor (biarkan pembeli
berhati ± hati) dan caveat venditor (biarkan penjual berhati ± hati).
2.
FreedomFreedom
berarti memberikan jangkauan pada pilihan konsumen. Freedom dapatdikatakan
tidak ada apabila pemasar melakukan praktik manipulasi, danmengambil keuntungan
dari populasi yang tidak berdaya seperti anak ± anak,orang ± orang miskin, dan kaum lansia.
3.
Well-beingSuatu
pertimbangan untuk mengevaluasi dampak social dari produk dan juga periklanan,
dan juga product safety.
B. Norma
& Etika Umum dalam bidang Pemasaran
v Etika pemasaran dalam konsep
produk
o
Produk yang dibuat berguna dan dibutuhkan masyarakat.
o
Produk
yang dibuat berpotensi ekonomi atau benefit
o
Produk
yang dibuat bernilai tambah tinggi
o
Produk
yang dapat memuaskan masyarakat
v Etika pemasaran dalam konteks harga
o
Harga
diukur dengan kemampuan daya beli masyarakat.
o
Perusahaan
mencari margin laba yang layak.
o
Harga
dibebani cost produksi yang layak.
v Etika pemasaran dalam konteks
tempat/distribusi
o
Barang
dijamin keamanan dan keutuhannya.
o
Konsumen
mendapat pelayanan cepat dan tepat.
v Etika pemasaran dalam konteks
promosi
o
Sebagai
sarana menyampaikan informasi yang benar dan obyektif.
o
Sabagai
sarana untuk membangun image positif.
o
Tidak
ada unsur memanipulasi atau memberdaya konsumen.
o
Selalu
berpedoman pada prinsip2 kejujuran.
o
Tidak
mengecewakan konsumen.
Ada tiga fakor yang mempengaruhi manajer pemasaran untuk
melakukan tindakan tidak etis(Schermerhorn,1999),
yaitu :
1. Manajer
sebagai pribadi. Manajer sebagai pribadi ingin memaksimalkan keuntungan bagi dirinya sendiri, faktor
lain yang mendorong manajer melakukan perilaku tidak etis yaitu agama dan
tingkat pendidikan
2.Organisasi.
Adanya aturan tertulis serta kebijakan resmi dari top manajemen
akanmempengaruhi tindakan etis para manajer, sehingga kadangkala mereka mengabaikan prinsip-prinsip
pribadi mereka untuk kepentingan organisasi.
3.Lingkungan
