1.1. Pengertian Penelitian Ilmiah
penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan yang sistematik dan obyektif untuk mengkaji suatu masalah dalam usaha untuk mencapai suatu pengertian mengenai prinsip-prinsipnya yang mendasar dan berlaku umum (teori) mengenai masalah tersebut. penelitian yang dilakukan berpedoman pada berbagai informasi (yang terwujud sebagai teori-teori) yang telah dihasilkan dalam penelitian-penelitian terdahulu, dan tujuannya adalah untuk menambah atau menyempurnakan teori yang telah ada mengenai masalah yang menjadi sasaran kajian.
1.2. Ciri-Ciri Penelitian Ilmiah
1. purposiveness; fokus tujuan yang jelas
2. rigor; memiliki dasar teori dan design metodologi yang baik
3. testibility; prosedur pengujian hipotesis jelas
4. replicability; pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis
5. objectivity; berdasarkan fakta dari data aktual
6. generalizability; semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna
7. precision; mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat
8. parsimory; kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitiannya
1.3. Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
1. Cover adalah halaman judul dan keterangan data diri penulis
2. Halaman pengesahan adalah berisi lembar pengesahan
3. Abstraksi adalah suatu bagian uraian yang singkat, jarang lebih panjang dari enam atau delapan baris, bertujuan untuk menerangkan kepada para pembaca aspek-aspek mana yang dibicarakan
4. Kata pengantar adalah berisi ucapan terima kasih atas terselesaikannya penulisan
5. Daftar isi adalah berisi nomor halaman setiap bagian
6. Bab I pendahuluan:
-latar belakang
-rumusan dan batasan masalah
-tujuan penelitian
-manfaat penelitian
-metode penelitian
Bab II landasan teori:
-kerangka teori
-kajian penelitian sejenis
-alat analisis
Bab III metode penelitian;
-objek penelitian
-data/variabel yang digunakan
-metode pengumpulan data
-hipotesis
-alat analisis yang digunakan
Bab IV pembahasan
-data dan profile objek penelitian
-hasil penelitian dan analisis/pembahasan
-rangkuman hasil penelitian
Bab V penutup
-kesimpulan
-saran
-bagian akhir (daftar pustaka, daftar simbol, lampiran)
Pengertian Penalaran dan Macam-Macam Penalaran
Pengertian Penalaran dan
Macam-Macam Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir
yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empiric) yang menghasilkan
sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan
pengamatan yang sejenis juga akan berbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang
diketahui atau dianggap benar, orang
menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut
menalar. Ada dua metode dalam penalaran,yaitu deduktif dan induktif. Penalaran
Deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum
terlebihdahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus
Penalaran adalah
proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang
menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang
sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi
yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru
yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam
penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan
konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi
disebut konsekuensi.
Penalaran adalah proses berpikir yang
bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep
dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang
sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar,
orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui.
Proses inilah yang disebut menalar.
|
Macam-macam
Penalaran, Penalaran ada dua jenis yaitu :
1.
Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah penalaran yang memberlakukan atribut-atribut
khusus untuk hal-hal yang bersifat umum (Smart,1972:64). Penalaran ini lebih
banyak berpijak pada observasi inderawi atau empiri. Dengan kata lain
penalaran induktif adalah proses penarikan kesimpulan dari kasus-kasus yang
bersifat individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum.(Suriasumantri,
1985:46). Inilah alasan eratnya kaitan antara logika induktif dengan istilah
generalisasi.
s
Contoh :
-Harimau
berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
-Ikan Paus
berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
kesimpulan
---> Semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
Pengertian Penalaran Induktif
Penalaran
induktif adalah proses penalaran untuk manari kesimpulan berupa prinsip atau
sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta – fakta yang bersifat khusus,
prosesnya disebut Induksi. Penalaran induktif tekait dengan empirisme. Secara
impirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan
yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan
hanyalah bersifat sentara. Penalaran induktif ini berpangkal pada empiris
untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku
umum.
Contoh penalaran induktif :
Harimau
berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Babi berdaun telinga
berkembang biak dengan melahirkan. Ikan paus berdaun telinga berkembang biak
dengan melahirkan.
Kesimpulan :
semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.
Ciri
ciri paragraf induktif :
- kalimat utama berada di akhir
paragraph.
- kalimat disusun dari uraian/penjelasan bersifat khusus diikuti dengan kalimat pernyataan umum
2. Penalaran
Deduktif
Penalaran deduktif dibidani oleh filosof Yunani Aristoteles merupakan
penalaran yang beralur dari pernyataan-pernyataan yang bersifat umum menuju
pada penyimpulan yang bersifat khusus. Sang Bagawan Aristoteles (Van Dalen:6)
menyatakan bahwa penalaran deduktif adalah, ”A discourse in wich certain
things being posited, something else than what is posited necessarily follows
from them”. pola penalaran ini dikenal dengan pola silogisme. Pada penalaran
deduktif menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya
dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Corak berpikir deduktif adalah silogisme kategorial, silogisme hipotesis,
silogisme alternatif. Dalam penalaran ini tedapat premis, yaitu proposisi
tempat menarik kesimpulan. Untuk penarikan kesimpulannya dapat dilakukan
secara langsung maupun tidak langsung. Penarikan kesimpulan secara langsung
diambil dari satu premis,sedangkan untuk penarikan kesimpulan tidak langsung
dari dua premis.
Contoh :
-Laptop adalah
barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
-DVD Player
adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
kesimpulan ---> semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk
beroperasi
Ciri-Ciri Paragraf Deduktif
Sumber :
|
Pengertian Penalaran dan Macam-Macam Penalaran
Pengertian Penalaran dan
Macam-Macam Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir
yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empiric) yang menghasilkan
sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan
pengamatan yang sejenis juga akan berbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang
diketahui atau dianggap benar, orang
menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut
menalar. Ada dua metode dalam penalaran,yaitu deduktif dan induktif. Penalaran
Deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum
terlebihdahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus
Penalaran adalah
proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang
menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang
sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi
yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru
yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam
penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan
konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi
disebut konsekuensi.
Penalaran adalah proses berpikir yang
bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep
dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang
sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar,
orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui.
Proses inilah yang disebut menalar.
|
Macam-macam
Penalaran, Penalaran ada dua jenis yaitu :
1.
Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah penalaran yang memberlakukan atribut-atribut
khusus untuk hal-hal yang bersifat umum (Smart,1972:64). Penalaran ini lebih
banyak berpijak pada observasi inderawi atau empiri. Dengan kata lain
penalaran induktif adalah proses penarikan kesimpulan dari kasus-kasus yang
bersifat individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum.(Suriasumantri,
1985:46). Inilah alasan eratnya kaitan antara logika induktif dengan istilah
generalisasi.
s
Contoh :
-Harimau
berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
-Ikan Paus
berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
kesimpulan
---> Semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
Pengertian Penalaran Induktif
Penalaran
induktif adalah proses penalaran untuk manari kesimpulan berupa prinsip atau
sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta – fakta yang bersifat khusus,
prosesnya disebut Induksi. Penalaran induktif tekait dengan empirisme. Secara
impirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan
yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan
hanyalah bersifat sentara. Penalaran induktif ini berpangkal pada empiris
untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku
umum.
Contoh penalaran induktif :
Harimau
berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Babi berdaun telinga
berkembang biak dengan melahirkan. Ikan paus berdaun telinga berkembang biak
dengan melahirkan.
Kesimpulan :
semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.
Ciri
ciri paragraf induktif :
- kalimat utama berada di akhir
paragraph.
- kalimat disusun dari uraian/penjelasan bersifat khusus diikuti dengan kalimat pernyataan umum
2. Penalaran
Deduktif
Penalaran deduktif dibidani oleh filosof Yunani Aristoteles merupakan
penalaran yang beralur dari pernyataan-pernyataan yang bersifat umum menuju
pada penyimpulan yang bersifat khusus. Sang Bagawan Aristoteles (Van Dalen:6)
menyatakan bahwa penalaran deduktif adalah, ”A discourse in wich certain
things being posited, something else than what is posited necessarily follows
from them”. pola penalaran ini dikenal dengan pola silogisme. Pada penalaran
deduktif menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya
dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Corak berpikir deduktif adalah silogisme kategorial, silogisme hipotesis,
silogisme alternatif. Dalam penalaran ini tedapat premis, yaitu proposisi
tempat menarik kesimpulan. Untuk penarikan kesimpulannya dapat dilakukan
secara langsung maupun tidak langsung. Penarikan kesimpulan secara langsung
diambil dari satu premis,sedangkan untuk penarikan kesimpulan tidak langsung
dari dua premis.
Contoh :
-Laptop adalah
barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
-DVD Player
adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
kesimpulan ---> semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk
beroperasi
Ciri-Ciri Paragraf Deduktif
Sumber :
|
Seberapa jauh faktor demografi dapat mempengaruhi seseorang dalam memilih telepon genggam
Sebenarnya sih keuntungannya menggunakan blackberry menurut saya, jujur saja, keputusan waktu pertama kali ingin membeli blackberry adalah karena teman teman banyak yang pakai. Jadi kayaknya memang keputusan menggunakan blackberry bukan karena kebutuhan tapi karena trend saja. di blackberry juga terdapat berbagai macam chating seperti yahoo messenger, Google Talk (GTalk), Blackberry Messengger. yang membuat komunikasi lancar adalah blackberry massengernya, kenapa? karena jika kita sedang berchatan dengan seseoang bisa tahu bahwa itu sudah terkirim atau belum dan sudah dibaca atau belum. juga terdapat GPS, jadi jika kita tidak tahu keberadaan kita, kita bisa mengecek dimana daerah kita sekarang melalui GPS ini. kita juga bisa melakukan browsing internet kapan saja dan dimana saja dan dapat terhubung dengan internet via WiFi. Begitulah menurut saya mengapa saya memilih blackberry sebagai telepon genggam saya
"Mengapa Produsen Melakukan Segmentasi Pasar"
Kata
pengantar
Segmentasi pasar yang dilakukan perusahaan
pada dasarnya adalah untuk melihat berbagai macam tipe konsumen, tipe konsumen
mana yang lebih peka terhadap produk-produk yang dikeluarkan oleh perusahaan.
Bervariasinya keinginan konsumen ini adalah motif utama untuk melakukan
segmentasi pasar. Apabila pilihan konsumen bervariasi, perusahaan dapat
mendesain suatu program marketing mix yang disesuaikan dengan kebutuhan
konsumen itu sendiri. Isi, materi, dan penyajiannya disesuaikan dengan masalah
yang sedang dibahas yaitu “mengapa produsen melakukan segmentasi pasar”
Bab I
Pembahasan
Pada bab ini kita mebahas tentang “apa itu
segmentasi pasar “ menurut para ahli.
A.
Pengertian segmentasi pasar
Menurut Swastha & Handoko (1997) mengartikan
segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.
Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995) mengatakan
bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen
pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya
kesamaan perilaku pembeli.
B.
Manfaat segmentasi pasar
1.
Perusahaan akan dapat mendeteksi
secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang
selalu berubah
2.
Perusahaan dapat mendesain produk
yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar atau konsumen
3.
Perusahaan dapat mengarahkan dana
promosi yang tersedia melalui media yang
tepat
C.
Tujuan segmentasi pasar
Untuk
memerinci pasar suatu produk atau jasa kedalam berbagai kelompok tipe konsumen
yang berbeda, serta memuaskan keinginan para konsumen dengan produk yang
ditawarkan oleh perusahaan
Bab II
Rumusan Masalah
Mengapa produsen
melakukan segmentasi pasar? Karena produsen ingin mengetahui konsumen mana yang
prospektif dalam membeli suatu produk. Produsen juga kemudian mengembangkan
suatu program pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan tertentu dari setiap
konsumen. Dengan melakukan segmentasi pasar produsen lebih kritis karena begitu
berbedanya pilihan, keinginan dan kebutuhan konsumen. Bisa dilihat dari faktor
umur, kebutuhan, gender, dan promosi yang dilakukan produsen.
Bab III
Kesimpulan
Jadi kesimpulannya,
segmentasi pasar sangat diperlukan oleh perusahaan untuk melihat kondisi pasar,
bagaimana konsumen memilih produk yang ditawarkan oleh perusahaan, apakah
konsumen tertarik dengan iklan atau promosi yang dilakukan perusahaan. Maka
dari tu dibedakanlah berdasarkan sifat homogen dan heterogen. Dapat dikatakan
secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan
tingkat penjualan yang lebih penting agar operasi perusahaan dalam jangka
panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif
Bab IV
Penutup
Demikianlah yang dapat
dijelaskan semoga bermanfaat, segmentasi pasar yang saya jelaskan tidak murni
dari pendapat saya, melainkan terdapat sumber-sumber yang saya ambil. Oleh
karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk perbaikan pada
blog-blog selanjutnya :D
Sumber: http://jurnal-sdm.blogspot.com
Doddy
soebijantoro, SE. MBA (PEMASARAN INTERNASIOANAL)
Langganan:
Postingan (Atom)
