Senin, 29 April 2013 | By: Alifff

Deskripsi Penelitian Ilmiah dan Tahapan Penulisan Ilmiah

1.1. Pengertian Penelitian Ilmiah
       penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan yang sistematik dan obyektif untuk mengkaji suatu masalah dalam usaha untuk mencapai suatu pengertian mengenai prinsip-prinsipnya yang mendasar dan berlaku umum (teori) mengenai masalah tersebut. penelitian yang dilakukan berpedoman pada berbagai informasi (yang terwujud sebagai teori-teori) yang telah dihasilkan dalam penelitian-penelitian terdahulu, dan tujuannya adalah untuk menambah atau menyempurnakan teori yang telah ada mengenai masalah yang menjadi sasaran kajian.

1.2. Ciri-Ciri Penelitian Ilmiah
       1. purposiveness; fokus tujuan yang jelas
       2. rigor; memiliki dasar teori dan design metodologi yang baik
       3. testibility; prosedur pengujian hipotesis jelas
       4. replicability; pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis
       5. objectivity; berdasarkan fakta dari data aktual
       6. generalizability; semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna
       7. precision; mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat
       8. parsimory; kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitiannya

1.3. Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
       1. Cover adalah halaman judul dan keterangan data diri penulis
       2. Halaman pengesahan adalah berisi lembar pengesahan
       3. Abstraksi adalah suatu bagian uraian yang singkat, jarang lebih panjang dari enam atau delapan baris, bertujuan untuk menerangkan kepada para pembaca aspek-aspek mana yang dibicarakan
      4. Kata pengantar adalah berisi ucapan terima kasih atas terselesaikannya penulisan
      5. Daftar isi adalah berisi nomor halaman setiap bagian
      6. Bab I pendahuluan:
          -latar belakang
          -rumusan dan batasan masalah
          -tujuan penelitian
          -manfaat penelitian
          -metode penelitian
         Bab II landasan teori:
          -kerangka teori
          -kajian penelitian sejenis
          -alat analisis
        Bab III metode penelitian;
         -objek penelitian
         -data/variabel yang digunakan
         -metode pengumpulan data
         -hipotesis
         -alat analisis yang digunakan
       Bab IV pembahasan
        -data dan profile objek penelitian
        -hasil penelitian dan analisis/pembahasan
        -rangkuman hasil penelitian
      Bab V penutup
       -kesimpulan
       -saran
       -bagian akhir (daftar pustaka, daftar simbol, lampiran)

Jumat, 15 Maret 2013 | By: Alifff

Pengertian Penalaran dan Macam-Macam Penalaran

Pengertian Penalaran dan Macam-Macam Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empiric) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan berbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Ada dua metode dalam penalaran,yaitu deduktif dan induktif. Penalaran Deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebihdahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Macam-macam Penalaran, Penalaran ada dua jenis yaitu :
1. Penalaran Induktif
    Penalaran induktif adalah penalaran yang memberlakukan atribut-atribut khusus untuk hal-hal yang bersifat umum (Smart,1972:64). Penalaran ini lebih banyak berpijak pada observasi inderawi atau empiri. Dengan kata lain penalaran induktif adalah proses penarikan kesimpulan dari kasus-kasus yang bersifat individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum.(Suriasumantri, 1985:46). Inilah alasan eratnya kaitan antara logika induktif dengan istilah generalisasi.
s
Contoh : 
-Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
-Ikan Paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
kesimpulan ---> Semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan

Pengertian Penalaran Induktif 
Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk manari kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta – fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut Induksi. Penalaran induktif tekait dengan empirisme. Secara impirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat sentara. Penalaran induktif ini berpangkal pada empiris untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku umum. 

Contoh penalaran induktif : 

Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Babi berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Ikan paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. 
Kesimpulan : semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.
Ciri ciri paragraf induktif :
- kalimat utama berada di akhir paragraph.
- kalimat disusun dari uraian/penjelasan bersifat khusus diikuti dengan kalimat pernyataan
umum

2. Penalaran Deduktif
    Penalaran deduktif dibidani oleh filosof Yunani Aristoteles merupakan penalaran yang beralur dari pernyataan-pernyataan yang bersifat umum menuju pada penyimpulan yang bersifat khusus. Sang Bagawan Aristoteles (Van Dalen:6) menyatakan bahwa penalaran deduktif adalah, ”A discourse in wich certain things being posited, something else than what is posited necessarily follows from them”. pola penalaran ini dikenal dengan pola silogisme. Pada penalaran deduktif menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. 
   Corak berpikir deduktif adalah silogisme kategorial, silogisme hipotesis, silogisme alternatif. Dalam penalaran ini tedapat premis, yaitu proposisi tempat menarik kesimpulan. Untuk penarikan kesimpulannya dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Penarikan kesimpulan secara langsung diambil dari satu premis,sedangkan untuk penarikan kesimpulan tidak langsung dari dua premis.
Contoh :
-Laptop adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
-DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
  kesimpulan ---> semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
Ciri-Ciri Paragraf Deduktif
  • Kalimat utama ada di awal paragraf
  • Kalimat disusun dari pernyataan umum yang lantas disusul dengan penjelasan

Sumber :

Pengertian Penalaran dan Macam-Macam Penalaran

Pengertian Penalaran dan Macam-Macam Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empiric) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan berbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Ada dua metode dalam penalaran,yaitu deduktif dan induktif. Penalaran Deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebihdahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Macam-macam Penalaran, Penalaran ada dua jenis yaitu :
1. Penalaran Induktif
    Penalaran induktif adalah penalaran yang memberlakukan atribut-atribut khusus untuk hal-hal yang bersifat umum (Smart,1972:64). Penalaran ini lebih banyak berpijak pada observasi inderawi atau empiri. Dengan kata lain penalaran induktif adalah proses penarikan kesimpulan dari kasus-kasus yang bersifat individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum.(Suriasumantri, 1985:46). Inilah alasan eratnya kaitan antara logika induktif dengan istilah generalisasi.
s
Contoh : 
-Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
-Ikan Paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan
kesimpulan ---> Semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan

Pengertian Penalaran Induktif 
Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk manari kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta – fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut Induksi. Penalaran induktif tekait dengan empirisme. Secara impirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat sentara. Penalaran induktif ini berpangkal pada empiris untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku umum. 

Contoh penalaran induktif : 

Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Babi berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Ikan paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. 
Kesimpulan : semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.
Ciri ciri paragraf induktif :
- kalimat utama berada di akhir paragraph.
- kalimat disusun dari uraian/penjelasan bersifat khusus diikuti dengan kalimat pernyataan
umum

2. Penalaran Deduktif
    Penalaran deduktif dibidani oleh filosof Yunani Aristoteles merupakan penalaran yang beralur dari pernyataan-pernyataan yang bersifat umum menuju pada penyimpulan yang bersifat khusus. Sang Bagawan Aristoteles (Van Dalen:6) menyatakan bahwa penalaran deduktif adalah, ”A discourse in wich certain things being posited, something else than what is posited necessarily follows from them”. pola penalaran ini dikenal dengan pola silogisme. Pada penalaran deduktif menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. 
   Corak berpikir deduktif adalah silogisme kategorial, silogisme hipotesis, silogisme alternatif. Dalam penalaran ini tedapat premis, yaitu proposisi tempat menarik kesimpulan. Untuk penarikan kesimpulannya dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Penarikan kesimpulan secara langsung diambil dari satu premis,sedangkan untuk penarikan kesimpulan tidak langsung dari dua premis.
Contoh :
-Laptop adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
-DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
  kesimpulan ---> semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi
Ciri-Ciri Paragraf Deduktif
  • Kalimat utama ada di awal paragraf
  • Kalimat disusun dari pernyataan umum yang lantas disusul dengan penjelasan

Sumber :

Minggu, 02 Desember 2012 | By: Alifff

Seberapa jauh faktor demografi dapat mempengaruhi seseorang dalam memilih telepon genggam

Sebenarnya sih keuntungannya menggunakan blackberry menurut saya, jujur saja, keputusan waktu pertama kali ingin membeli blackberry adalah karena teman teman banyak yang pakai. Jadi kayaknya memang keputusan menggunakan blackberry bukan karena kebutuhan tapi karena trend saja. di blackberry juga terdapat berbagai macam chating seperti yahoo messenger, Google Talk (GTalk), Blackberry Messengger. yang membuat komunikasi lancar adalah blackberry massengernya, kenapa? karena jika kita sedang berchatan dengan seseoang bisa tahu bahwa itu sudah terkirim atau belum dan sudah dibaca atau belum. juga terdapat GPS, jadi jika kita tidak tahu keberadaan kita, kita bisa mengecek dimana daerah kita sekarang melalui GPS ini. kita juga bisa melakukan browsing internet kapan saja dan dimana saja dan dapat terhubung dengan internet via WiFi. Begitulah menurut saya mengapa saya memilih blackberry sebagai telepon genggam saya


Rabu, 17 Oktober 2012 | By: Alifff
"Mengapa Produsen Melakukan Segmentasi Pasar"

Kata pengantar

Segmentasi pasar yang dilakukan perusahaan pada dasarnya adalah untuk melihat berbagai macam tipe konsumen, tipe konsumen mana yang lebih peka terhadap produk-produk yang dikeluarkan oleh perusahaan. Bervariasinya keinginan konsumen ini adalah motif utama untuk melakukan segmentasi pasar. Apabila pilihan konsumen bervariasi, perusahaan dapat mendesain suatu program marketing mix yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen itu sendiri. Isi, materi, dan penyajiannya disesuaikan dengan masalah yang sedang dibahas yaitu “mengapa produsen melakukan segmentasi pasar”

Bab I
Pembahasan

Pada bab ini kita mebahas tentang “apa itu segmentasi pasar “ menurut para ahli.
A.      Pengertian segmentasi pasar
Menurut Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen. Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995) mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.

B.      Manfaat segmentasi pasar
1.       Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang selalu berubah
2.       Perusahaan dapat mendesain produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar atau konsumen
3.       Perusahaan dapat mengarahkan dana promosi yang  tersedia melalui media yang tepat

C.      Tujuan segmentasi pasar
Untuk memerinci pasar suatu produk atau jasa kedalam berbagai kelompok tipe konsumen yang berbeda, serta memuaskan keinginan para konsumen dengan produk yang ditawarkan oleh perusahaan

Bab II
Rumusan Masalah

Mengapa produsen melakukan segmentasi pasar? Karena produsen ingin mengetahui konsumen mana yang prospektif dalam membeli suatu produk. Produsen juga kemudian mengembangkan suatu program pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan tertentu dari setiap konsumen. Dengan melakukan segmentasi pasar produsen lebih kritis karena begitu berbedanya pilihan, keinginan dan kebutuhan konsumen. Bisa dilihat dari faktor umur, kebutuhan, gender, dan promosi yang dilakukan produsen.

Bab III
Kesimpulan

Jadi kesimpulannya, segmentasi pasar sangat diperlukan oleh perusahaan untuk melihat kondisi pasar, bagaimana konsumen memilih produk yang ditawarkan oleh perusahaan, apakah konsumen tertarik dengan iklan atau promosi yang dilakukan perusahaan. Maka dari tu dibedakanlah berdasarkan sifat homogen dan heterogen. Dapat dikatakan secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan yang lebih penting agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif
Bab IV
Penutup

Demikianlah yang dapat dijelaskan semoga bermanfaat, segmentasi pasar yang saya jelaskan tidak murni dari pendapat saya, melainkan terdapat sumber-sumber yang saya ambil. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk perbaikan pada blog-blog selanjutnya :D

                  Doddy soebijantoro, SE. MBA (PEMASARAN INTERNASIOANAL)