Sabtu, 14 Januari 2012 | By: Alifff

Koperasi

Menurut saya bisnis pulsa, tidaklah perlu bergabung dengan koperasi karena bisnis ini individu dan langsung dari orangnya langsung jika ingin memesan, bisa langsung via sms, via telpon dan lain-lainnya. kecuali jika bisnis ini seperti barang, baru cocok untuk dimasukkan ke koperasi justru kita lebih untung dikarenakan semakin luasnya jaringan oleh koperasi ini, tetapi beda dengan bisnis pulsa, bisnis ini seperti semacam jasa menurut saya.

Cara Mengelola Bisnis Pulsa

Cara Mengelola Bisnis

1. Jangan sekali-kali pake uang modal. Jadi jika anda pengen ambil pulsa buat hp anda, biasakan anda seolah-olah menjadi pembeli juga. Jadi bedakan uang pribadi dengan uang bisnis.
2. Buat laporan pembukuan sederhana.
Jadi kalkulasikan dengan jelas, laba berapa, pokok berapa setiap hari, setiap bulan total laba berapa.
3. Total laba per bulan, silakan pilah2 1/3 buat keperluan anda, 1/3 buat menambah modal ( misalkan perdana kalo dulu beli bijian trus usahakan beli 1 slop, harganya juga jadi lebih murah per item jika 1 slop), dan 1/3 buat ditabung ( untuk kebutuhan tak terduga ).
4. Jangan biasakan melayani pembeli tukang NGUTANG.
Jumat, 07 Oktober 2011 | By: Alifff
Peluang usaha

Peluang usaha saat ini sangatlah banyak, dibanding mencari pekerjaan lebih baik kita membuat suatu pekerjaan yang dapat membuka lowongan pekerjaan untuk orang orang. Tetapi saat ini peluang usaha yang sangat simple pun mudah dicari seperti pulsa elektrik. Peluang usaha ini cocok sekali untuk mahasiswa. Beberapa alasan menekuni peluang usaha ini: 
  1. Sudah tidak dipungkiri saat ini mahasiswa mempunyai handphone dan jika ingin memesan  pulsa tidak susah susah mencari bisa langsung memesan tanpa harus pergi ke counter pulsa. 
  2. Modal yang kecil, dengan uang Rp. 50.000,00 anda sudah bisa memulai usaha pulsa dengan satu buah handphone dari operator manapun yang sudah anda pakai saat ini.
  3. Operasional yang mudah, cukup dengan sms transaksi jual beli pulsa sudah bisa dilakukan, karena barang dagangan berupa pulsa, jadi tidak merepotkan dan sangat simple. 

Jika ingin mendapat pelanggan yang lebih banyak terutama pada teman teman terdekat berikan harga pulsa yang lebih murah dibanding dengan counter pulsa dan berikan kemudahan pada transaksi pulsa bisa kapan saja dan pembayaran bisa dilakukan keesokan harinya. Menurut saya saat ini peluang usaha ini sangat baik bisa diawali dengan berbisnis dan berwirausaha karena kerugiannya yang kecil, jika pulsa tidak laku, bisa kita gunakan sendiri.
Jumat, 01 April 2011 | By: Alifff

indirect speech & reported speech

INDIRECT SPEECH

Ada tiga jenis indirect speech :

- Imperative (command/request)
yang di laporkan adalah suatu perintah. Karena kalimat perintah biasanya tidak mengenal subject, maka verb dalam direct imperative tidak mengalami perubahan. Verb dalam indirect menjadi 'to infinitive'
- Declarative (statement)
Kalimat laporan dari suatu pernyataan mengalami beberapa perubahan antara lain :
1. Pronoun dan Possesive Adjective
2. Keterangan waktu dan tempat
3. Tenses
- Interrogative (question)
Bentuk ini dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Berawalan Auxiliary
2. Menggunakan kata tanya/question word (QW)

REPORTED SPEECH

Reported Speech atau Kalimat Laporan adalah kalimat yang digunakan untuk melaporkan apa kata orang lain dengan memasukkannya dalam kalimat yang kita buat sendiri. Kalimat laporan ini sering juga disebut dengan Kalimat Tak Langsung. Perhatikan penjelasannya di bawah ini:

Penggunaan

1. Statement

Pada penggunaan jenis kalimat ini, kata sambung yang kita gunakan adalah that. Namun kata ini bisa dipakai atau boleh juga tidak dipakai.

Perhatikan dialog berikut ini:

Alex : I am a student.
Bob : What did Alex say, Andy?
Andy : Alex said that he was a student.

Catatan:
•Apa yang diucapkan Andy adalah kalimat tak langsung, karena Andy mengulang
apa yang diucapkan Alex kepada Bob
•Karena bersifat pengulangan dan Alex berkata demikian beberapa saat yang lalu (sebelum Bob bertanya) maka Tenses yang digunakan harus dalam bentuk Past.
1.George said," My mother will go to Bali today."
2.George said (that) his mother would go to Bali today.

Catatan:
•Perubahan hari dan tempat sangat tergantung pada situasi pada saat berbicara. Artinya dapat saja berganti, namun dapat juga tidak.
•Tanda petik tidak lagi digunakan.
1."I have phoned the police," John said.
2.John said that he had phoned the police.

2. Request/Command

Ada 2 kelompok dalam penggunaan kalimat tidak langsung jenis ini, yaitu:
1.Positive Request/Command
2.Negative Request/Command

a. Positive Request/Command

Kalimat tak langsung jenis ini adalah kalimat permintaan atau perintah yang tidak dimulai dengan don't, seperti open the door!, close the window!, be carefull!, dsb. Untuk kalimat jenis ini, kata sambung yang digunakan adalah to sebelum kata kerjanya.

Contoh:
1."Close the window!", Anton asked.
2.Anton asked me to close the window.

1.Bob said," Be careful, my son!"
2.Bob asked his son to be careful.

b. Negative Request/Command

Kalimat tak langsung jenis ini adalah kalimat permintaan yang dimulai dengan don't. Kata sambung yang digunakan adalah not to untuk menggantikan don't.

Contoh:
1."Don't touch me!", William asked.
2.William asked me not to touch him.
1.Mrs. Hunt said," Don't be lazy, Henry!".
2.Mrs Hunt asked Henry not to be lazy.

3. Questions

Jenis ini juga memiliki 2 kelompok yaitu Yes/No Question dan Wh- Question.

a. Yes/No Questions

Yes/No Question adalah jenis pertanyaan yang membutuhkan jawaban ya atau tidak. Kata sambung yang digunakan adalah whether atau if. Namun yang perlu diingat adalah susunan kalimat dalam kalimat tak langsungnya harus menjadi normal kembali. Artinya setelah kata whether/if, maka harus dimulai dengan Subjek, Predikat, dst. Kita dapat juga menambahkan or not pada kalimat tak langsungnya. Namun kata or not hanya mengiringi kata whether dan tidak if. Kata whether lebih sering digunakan daripada if.

Contoh:
1.Mr. Hunt asked," Are you my new secretary?"
2.Mr. Hunt asked the girl whether she was his new secretary or not. - Bentuk I
3.Mr. Hunt asked the girl whether or not she was his new secretary. - Bentuk II
4.Mr. Hunt asked the girl whether she was his new secretary. - Bentuk III
1."Can you pick me up?", asked Edward.
2.Edward asked if I could pick him up.

b. Wh- Questions

Wh- Question adalah jenis pertanyaan yang tidak dijawab dengan ya atau tidak, melainkan sebuah pernyataan seperi How old are you, Where do you live? dsb.

Kata sambung yang digunakan adalah kata tanya itu sendiri. Susunan setelah kata tanya itu kembali seperti kalimat positif. Perhatikan contoh-contoh kalimat berikut. Tanda tanya juga harus dihilangkan.

Contoh:
1."How old are you?", Ahmad wanted to know.
2.Ahmad wanted to know How old I was. (BUKAN How old was I)

1.Andy asked Ted," Where do you live?"
2.Andy asked Ted where he lived.
Jumat, 25 Maret 2011 | By: Alifff
A. Sentralisasi
Sentralisasi adalah memusatkan seluruh wewenang kepada sejumlah kecil manajer atau yang berada di posisi puncak pada suatu struktur organisasi. Sentralisasi banyak digunakan pada pemerintahan lama di Indonesia sebelum adanya otonomi daerah.
Kelemahan dari sistem sentralisasi adalah di mana seluruh keputusan dan kebijakan di daerah dihasilkan oleh orang-orang yang berada di pemerintah pusat, sehingga waktu yang diperlukan untuk memutuskan sesuatu menjadi lama. Kelebihan sistem ini adalah di mana pemerintah pusat tidak harus pusing-pusing pada permasalahan yang timbul akibat perbedaan pengambilan keputusan, karena seluluh keputusan dan kebijakan dikoordinir seluruhnya oleh pemerintah pusat.

Analisa Swot pada PT Unilever

Nama : Alifa Amelia
NPM : 10210562
Kelas : 1EA07

Teori

1. Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah indentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk memutuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (Threats). Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian perencana strategis (strategi planner) harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam kondisi yang ada pada saat ini. Hal ini disebut dengan Analisis Situasi. Model yang paling populer untuk analisis situasi adalah Analisis SWOT.

Analisa SWOT pada PT Unilever

Kekuatan (Strengths)
1. Strategi promosi produk PT Unilever yang efektif dengan menampilkan model-model yang tipikal muda, berkulit putih, berambut panjang, sehingga memacu konsumen (lebih spesifik perempuan) untuk membeli produk tersebut agar dapat mengalami sendiri hasil yang diterima si model dalam iklan tersebut.
2. PT Unilever gencar di misi sosial, sehingga kedekatan dengan konsumen dapat terus terjaga. Hal ini terlihat dari pembelanjaan iklan dan promosi yang telah mendorong pertumbuhan penjualan di tengah pasar yang kompetitif. PT Unilever Indonesia sebagai salah satu perusahaan dengan belanja iklan terbesar menurut majalah marketing (top Brand Survey, edisi khusus 2007)
3. Pemimpin pasar consumer goods di Indonesia.
4. Memiliki tim yang terdiri dari orang-orang berdedikasi, terampil, dan termotivasi di segenap jajaran.
5. Adanya kenaikan pangsa pasar untuk kategori-kategori penting seperti face care, savoury, dan ice cream.
6. Perencanaan baik dan kerja sama erat dengan para pemasok, konsumen dan distributor untuk menghantar produk-produk dari pabrik ke tempat-rempat penjualan.
7. PT Unilever sudah memiliki jaringan distribusi sendiri sehingga distribusi produknya hingga ke daerah-daerah dapat terlayani.
8. PT unilever mempunyai moto “operational excellent with no compromise on quality”. Unilever dalam menjalankan operasinya dijalankan dengan baik tanpa mengabaikan kualitas produk.

Kelemahan (Weaknesses)
1. PT Unilever memiliki struktur matriks, yang terdapat beberapa tantangan yang mesti dihadapi perusahaan yaitu pertama, sulitnya koordinasi kegiatan antar departemen yang mempunyai agenda dan jadwal sendiri-sendiri. Kedua, komunikasi pada karyawan yang bisa menerima pesan yang berbeda-beda. Dan ketiga, resolusi konflik antara inisiatif dari dukungan departemen (SDM, keuangan, dan lain-lain) dengan departemen lini produk yang biasanya sangat berorientasi komersial.
2. Rendahnya respon pasar terhadap produk-produk tertentu.
3. Jumlah karyawan yang tambun.
4. Birokrasi yang panjang karena kebijakan sentralisasi yang menyebabkan unilever indonesia tidak bisa begitu saja memutuskan sesuatu.
5. Lambatnya konsolidasi intern dalam pengambilan keputusan.
6. Ketidakjelasan sertifikat halal untuk produk tertentu.
7. Mayoritas produk unilever memiliki entry barrier rendah.
8. Growth omzet penjualan dibawah rata-rata industri.

Kesempatan (Opportunities)
1. Stabilitas ekonomi yang relatif baik dengan pertumbuhan yang menggembirakan bagi ekonomi Indonesia sebesar 6.3%.
2. Pertumbuhan ekonomi yang kuat di wilayah pulau-pulau seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan papua.
3. Tingginya kepuasan konsumen terlihat dari predikat prima indeks kepuasan konsumen.
4. Banyaknya pemain pasar nasional yang belum memiliki cara produksi kosmetik yang baik.
5. Luasnya potensial market sekitar 250 juta tepatnya 122.527.186 laki-laki (49,9%) dan 122.922.553 (50,1%) perempuan.
6. Tingginya tingkat ketergantungan masyarakat akan jenis produk consumer goods.
7. Rekomendasi investasi pada saham dengan level beta dibawah 1.
8. Tinggi dan stabilnya tingkat kesetiaan masyarakat atas produk consumer goods 83 %.

Ancaman (Threats)
1. Adanya kenaikan biaya bahan baku dan bahan kemasan seperti minyak kelapa sawit, gula kelapa, dan bahan berbahan dasar petroleum yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak, bahan kimia dan komoditas lainnya.
2. Tidak stabilnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
3. Melemahnya daya beli konsumen.
4. Maraknya pemalsuan dan penyelundupan produk dari cina.
5. Rendahnya infrastruktur yang memadai berupa jalan yang menyebabkan tingginya biaya pemasaran produk.
6. Adanya penghapusan subsidi BBM bagi industri.
7. Tidak konsistennya pasokan gas dari pertamina.
8. Adanya tren perubahan gaya hidup masyarakat dari produk tradisional-nasional menjadi produk-produk luar negeri.
9. Adanya campaign against unilever oleh greenpeace akibat penggundulan hutan yang membahayakan komunitas orang utan.
10. Adanya pemboikotan produk zionisme termasuk unilever.
11. Produk pesaing dengan harga lebih rendah.
Selasa, 22 Februari 2011 | By: Alifff
6. Clause of Cause and Effect
Clause yang menunjukkan hubungan sebab dan akibat. Ada beberapa pola membentuk Clause jenis ini. Perhatikan baik-baik.
Contoh:
• Ryan ran so fast that he broke the previous speed record.
• It was so cold yesterday that I didn't want to swim.
• The soup tastes so good that everyone will ask for more.
• The student had behaved so badly that he was dismissed from the class.
Contoh:
• The Smiths had so many children that they formed their own baseball team.
• I had so few job offers that it wasn't difficult to select one.
Contoh:
• He has invested so much money in the project that he cannot abandon it now.
• The grass received so little water that it turned brown in the heat.
Contoh:
• It was such a hot day that we decided to stay indoors. ATAU It was so hot a day that we decided to stay indoors.
• It was such an interesting book that he couldn't put it down. ATAU It was so interesting a book that he couldn't put it down.
Contoh:
• She has such exceptional abilities that everyone is jealous of her.
• They are such beautiful pictures that everybody will want one.
• Perry has had such bad luck that he's decided not to gamble.
• This is such difficult homework that I will never finish it.
________________________________________
Di samping itu, untuk mengungkapkan hubungan cause and effect (sebab dan akibat) dapat digunakan pola lain, yaitu:
1. Menggunakan Preposition (kata depan) seperti because of, due to, due to the fact that, dll
Contoh:
• Because of the cold weather, we stayed home. (=We stayed home because of the cold weather)
• Due to the cold weather, we stayed home. (=We stayed home due to the cold weather)
• Due to the fact that the weather was cold, we stayed home. (=We stayed home due to the fact that the weather was cold)
2. Menggunakan kata penghubung (conjunction) seperti because, since, now, that, as, as long as, inasmuch as
Contoh:
• Because he was sleepy, he went to bed.
• Since he's not interested in classical music, he decided not to go to the concert.
• As she had nothing in particular to do, she called